Make your own free website on Tripod.com
    
27-May-2005 
 Periklanan
 Tokoh
 Kehumasan
 Konsultasi
 Winning Strategy
 Selling & Distribution
 Strategy
 Redaktur Ahli
 International
 Marketingsiana
 Mystery Shopping
 Marketing Insight




Polling
Berapa kalikah Anda rata-rata mengakses situs ini dalam satu mingggu, selama satu bulan terakhir ?
Kurang dari 3 kali
3 - 6 kali
7 - 9 kali
Lebih dari 9 kali


Tempat Hasil
Version 2.02



This site has visited for :
33904 times
 Tokoh
ARWIN HUTASOIT: Do Your Best
“Yang penting do your best dan barengilah dengan doa,” kata Arwin Hutasoit, seorang Brand Manager dari Kalbe Farma. Pria yang hobi basket ini cuma mencatat waktu tiga tahun untuk mencapai posisinya sekarang. Apa rahasianya?

read more
 Periklanan
Jurus Mengusung Seasonal Ad
Tidak hanya consumer goods, namun produsen otomotif juga memanfaatkannya. Itulah iklan musiman (Seasonal Ad) yang kerap muncul saat terjadinya peristiwa tertentu yang menghebohkan. Apa kata mereka yang menggunakannya?

read more
Fokus Hari Ini
Calcimex Menyasar Kaum Lanjut Usia
Produsen susu kesehatan tulang merasa belum cukup menyasar orang muda yang cemas akan kesehatan mereka di masa tua. Mereka juga menggarap pasar orang yang sudah telanjur tua. Anlene misalnya mengeluarkan Anlene Gold. Demikian pula dengan Calcimex akhirnya ikut-ikutan mengeluarkan Calcimex Ekstra....

read more

Terapi Gratis untuk Efek Promosi
Orang-orang tua haus perhatian, karena itu mereka harus dilayani dengan hati. Blue Sky Indonusa, pemasar produk untuk oldies bahkan rela memberikan terapi gratis tanpa batas waktu....

read more

Faktor Emotional Lebih Dominan
Pemasar di Indonesia cenderung mengabaikan potensi pasar 50+. Jumlah yang bermain di sana bisa dihitung dengan jari. Padahal, potensinya cukup signifikan. Meski di negeri kita pasar ini belum booming, tapi diperkirakan lima tahun lagi sudah terlihat dan mencapai puncak di tahun 2015. Hanya saja menggarap pasar 50+ jauh lebih sulit ketimbang segmen yang lain. Pasalnya, mereka cenderung lebih emosional sehingga perlu pendekatan khusus. Bagaimanakah seluk-beluk pasar tersebut? Berikut perbincangan Yuswohadi, konsultan pemasaran Markplus&Co, dengan wartawan MARKETING, Rofian Akbar dan Hendra O Willyanto. ...

read more
 Segmen Utama


50+ MARKETING

 
Di Amerika Serikat (AS), potensi oldies market sangat luar biasa. Bagaimana tidak, kemampuan belanja mereka mencapai $2,630 triliun—nilainya 61% lebih besar dari market usia 45 tahun ke bawah. Mereka yang sekarang menjadi pasar potensial itu dulunya lahir di era “baby boomers”. Sejarahnya kira-kira begini. Sebelum tahun 1950-an, di AS, banyak tentara meninggalkan istrinya untuk berperang. Usai perang, mereka kembali lagi ke istrinya dan program yang paling urgen saat itu adalah membuat anak. Saat itu, angka kelahiran sangat tinggi sekali sehingga dinamakan baby boomers. Sekarang, mereka yang lahir di era baby boomers itu adalah orang-orang sukses yang berusia 50+ (50 tahun ke atas). Dari data yang terungkap dalam buku Ageless Marketing, mereka ini menguasai pasar atau secara keuangan sangat dominan. Diperkirakan, dominasi tersebut bakal terus berlangsung hingga tahun 2010–2015. Di Indonesia, fenomenanya tidak jauh berbeda. Hanya saja, penyebabnya lebih didorong kepada aspek kultural. Tahun 1970-an sempat ada istilah “hobi bikin anak”. Ini baru mulai terhenti pada era 80-an setelah pemerintah menggalakkan program Keluarga Berencana. Barangkali, wajar pula jika di Indonesia oldies market masih belum booming. Usia mereka saat ini masih berkisar di antara 35–55 tahun. Diramalkan, ledakannya masih menunggu hingga 15 sampai 20 tahun lagi. Mereka ini, bakal memicu gairah pasar oldies karena keuangannya sudah mapan. Lalu, kultur kehidupan pun mulai berubah, di mana mereka akan hidup mandiri di usia tua dan tidak lagi bergantung kepada anak dengan dana pensiunnya sendiri. Namun begitu, bukan berarti saat ini pemasar tidak punya peluang untuk menggarap pasar ini. Potensi pasar mereka tetap ada dan bakal terus berkembang. Dilihat dari data Biro Pusat Statistik, jumlah penduduk usia 50+ mencapai 27 juta jiwa. Jumlah tersebut jika dibagi berdasarkan kelas sosial ekonomi, yang potensial tidak besar. Dari data tersebut, jumlah penduduk 50+ yang berasal dari kelas A sebanyak 1,6 juta (urban) dan 176 ribu jiwa (rural). Jika data tersebut dikombinasi dengan hasil riset SurveyOne terhadap 300 responden di Jakarta, potensi belanja pasar ini terlihat tergolong lumayan. Riset yang mengambil sample kelompok SES A menunjukkan, angka pengeluaran mereka per bulan untuk kesehatan sekitar Rp700 ribu. Untuk hiburan, rata-rata sebulannya Rp600 ribu dan untuk pendidikan pribadi senilai Rp400 ribu. ....
read more
 
 
 
 

Copyright 2003, by Marketing Companies Inc. All rights reserved.
Terms of Use | Privacy Policy